PajakOnline.com—Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan proyek pembangunan Jakarta International Stadium (JIS) dibiayai dari pajak warga Jakarta.
“JIS adalah kebanggaan bagi warga Jakarta. Ini dibiayai lewat uang pajak dari seluruh warga Jakarta. Jadi, bukan hadiah dari perusahaan A, perusahaan B, tapi ini sebuah kerja besar dari pajak rakyat Jakarta dan kita boleh bersyukur, boleh bangga,” kata Anies Baswedan dalam diskusi via Instagram di Jakarta, belum lama ini.
Anies berharap, warga Jakarta dapat segera mendatangi JIS ketika pembangunan sudah selesai. Saat ini, realisasi proyek pembangunan JIS telah memasuki pekan ke-118 dan mencapai 87,85 persen.
Baca Juga: Selama Libur Natal dan Tahun Baru, Bioskop Beroperasi dengan Kapasitas 70%
Anies juga menjabarkan bahwa proyek yang dikerjakan sejak 2019 tersebut melibatkan setidaknya 4.000 pekerja.
Meski terhalang pandemi Covid-19, pembangunan JIS tetap berjalan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat karena seluruh pekerja tidak diperkenankan untuk keluar-masuk proyek.
Selain itu, JIS adalah sebuah proyek yang massif. Salah satu pekerjaan terberat, yakni pengangkatan rangka atap baja seberat 3.900 ton.
“Ini proses masif yang membutuhkan lebih dari sekadar kerja keras, tapi kerja penuh ilmu pengetahuan, kerja penuh akurasi, penuh perencanaan. Boleh kita katakan bahwa ini adalah suatu proyek yang mengagumkan dari 2019 ke 2021 ini,” kata Anies.
Saat ini, pembangunan JIS telah memasuki tahap akhir. Sejumlah pekerjaan bagian dalam (interior) tengah dilaksanakan, seperti pemasangan bangku penonton, pengerjaan sisa-sisa precast tribun penonton, pemasangan lampu, hingga pemasangan sistem audio (sound system).
JIS tercatat masuk dalam 10 stadion termegah di dunia, berdasarkan laporan media asal Inggris Daily Mail pada 20 Februari 2021.
Baca Juga: Syarat dan Aturan Perjalanan dalam Libur Natal dan Tahun Baru
JIS masuk dalam daftar ke-10 setelah Miami Freedom Park, Lusail Iconic, Bramley-Moore Dock, Camp Nou, Santiago Bernabeu, New Feyenoord, Della Roma, New San Siro, dan Grand Stade de Casablanca.
Tak hanya itu, JIS merupakan satu-satunya bangunan stadion yang telah memperoleh sertifikat bangunan ramah lingkungan atau green building level platinum pada aspek pengakuan disain.
Beritaneka.com—Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mewajibkan seluruh kantor pemerintahan baik milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta maupun pusat untuk melakukan belanja kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Anies menjelaskan, kebijakan ini untuk mendukung UMKM dan perbaikan trend daya beli masyarakat, menyusul momentum Lebaran. Sebab, 60 persen perekonomian Ibu Kota ditopang oleh konsumsi masyarakat.
Baca Juga: Tiga Alasan Utama Anies Baswedan Layak Jadi Capres 2024
“Supaya kalau pemerintah pusat belanja, kementerian atau lembaga bisa menggunakan sistem kita, agar UMKM di Jakarta mendapatkan manfaat dari belanja pemerintah. Khususnya dari kegiatan mikro kecil,” kata Anies kepada wartawan belum lama ini.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan Nomor Pajak Wajib Pajak atau NPWP bagi UMKM tersebut. Selanjutnya, UMKM itu didaftarkan pada katalog daring untuk diintegrasikan dengan sistem milik pemerintah.
Baca Juga: Langkah Politik Pangan Anies Baswedan Menuju Pilpres 2024
“Sehingga mereka bisa melayani langsung pemerintah. Dahulu UMKM menjual pada sebuah perusahaan yang perusahaan ini punya kontrak dengan pemerintah. Sekarang itu bypass, sehingga pemerintah bisa langsung pesan ke sana,” kata Anies.